Sepotong.....

Lilypie 6th to 18th Ticker

Wednesday, February 14, 2007

Sepotong "Belajar"

Sepasti fajar di pagi hari
Yang selalu terbit tepat pada waktunya
Aku mau percaya Tuhan
Bahwa pertolonganmu bagiku
Akan selalu sampai tepat pada waktunya
Sekalipun aku belum melihat apapun hari ini
Aku mau tetap percaya pada-Mu
Percaya pada janji-janji-Mu

Selamat hari Pepadang untuk yang merayakan & Selamat hari kasih sayang juga bagi yang merayakan :)

Saya mendapatkan kutipan di atas dari sebuah lagu berjudul Janjimu Seperti Fajar yang dinyanyikan Franky Sihombing. Pertama kali mendengar lagu itu di sebuah Kopaja urusan Blok-M - Depok. Liriknya sudah saya tulis kemarin-kemarin, lagunya baru saya dapat hari ini (thanks mba :) ).

Manusia (tepatnya saya :P ) memang tidak pernah belajar dari sejarah. Sudah berapa kali pengalaman membenturkan, bahwa setiap hal pasti ada hikmah, ada maksudnya, ada sesuatu yang bisa dipetik.

Seperti pengalaman batal untuk mendapatkan sesuatu yang benar-benar diinginkan selama 7 tahun , lebih dari semua yang ada di dunia (siapa ya.....eh...apa ya.... :P ). Toh pada akhirnya saya bersyukur bukan kepalang karena diantara bermacam-macam do'a-do'a yang dikabulkan-Nya, untuk yang satu ini tak pernah sekalipun dikabulkan-Nya . Thank's God . Atau pengalaman menyesal dapat sesuatu yang di luar ekspektasi, tapi ternyata di situ dapat pengalaman sangat berharga yang bisa merubah cara pandang saya mengenai kehidupan yang memang hanya bisa didapatkan di situ (oh.....I love GMP ;) )

Lalu pengalaman, what you resist persist, seperti tidak suka naik ojeg, dalam minggu ini sudah 3 kali naik ojeg karena memang harus begitu. Akhirnya, oh...saya mencintai ojeg :p
Dan sekarang nampaknya pernyataan itu harus dihadapi lagi untuk kedua kalinya untuk hal yang lebih besar.
Terkadang berpikir, kenapa terus dibenturkan ke hal-hal seperti ini lagi dan lagi , kenapa tidak yang saya suka saja yang harus dihadapi sehingga tidak perlu ada extra effort untuk menimbang-nimbang dan menerima.
Ya, karena masih belum mau belajar kali ye........don't complaint too much girl

Mungkin, mungkin lho.....karena pada dasarnya manusia memang tidak boleh membenci sesuatu dan harus selalu bisa Rela, Sabar dan Menerima semua kehendak-Nya (hmpf....) .

Tanganmu membelaiku
Cintamu memuaskan-Ku
...dan kutahu betapa dalam kasih-Mu

Labels:

posted by Dhy at 10:26 PM 1 comments

Monday, December 04, 2006

Sepotong "Poligami"

" Dunia ini, hanya untuk lahiriah bukan untuk menentramkan hati. Hanya Allah-lah satu-satunya jalan ketenangan, maka dekati, taati dan cintai Dia niscaya bahagia. "
by : Aa Gym

Saya jadi ingat pada suatu perbincangan dengan seorang kawan, kurang lebihnya beliau ;) mengatakan, menilai/mengenal seseorang tidak bisa hanya dilihat dari jawaban2 dia atas suatu masalah. Saat itu kami sedang membahas mengenai Pemilihan Putri Indonesia. Waktu itu saya setuju2 saja dengan pendapatnya, karena memang begitulah adanya, manusia itu sangat kompleks terlebih lagi manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaan.

Kecewa, ya sejak hari Sabtu kemarin banyak wanita di Indonesia menyatakan kekecewaannya karena Aa' Gym berpoligami. Saya sendiri baru mengetahuinya sabtu malam kemarin setelah mendapat sms dari spupu saya mengenai poligami yang dilakukan Aa' .
Kecewa ? Sudah pasti, krn saya terlalu banyak berharap pada Aa' untuk tidak berpoligami. Tapi saya juga senang, karena dengan begini saya jadi tahu kelemahan Aa' sehingga bisa menerima Aa' sebagai manusia biasa, bukan lagi seorang idola yang nun jauh di sana, tak tersentuh krn kesuciannya. Artinya, kedepannya nanti saya akan lebih waras, lebih menganalisa dan menelaah apa yang disampaikannya dan tidak asal setuju saja dengan ucapan2nya. Saya kira Aa' sendiri juga tidak nyaman bila dirinya diagung2kan sedemikian rupa layaknya seorang dewa yang tidak punya kelemahan sama sekali, sehingga orang2 mengikuti kata2nya dengan membabi buta tanpa menelaahnya terlebih dulu.

Yah, semoga ini menjadi momen pembelajaran. Iya, belajar untuk menggunakan akal pikiran dalam bertindak, beragama, berpendapat dan bersetuju. Jadi enggak asal ikut2an aja. Sudah menjadi budaya bangsa ini, seorang tokoh agama itu pasti jadi panutan, apapun perkataannya, baik atau buruk sudah tidak dikaji lagi, langsung dituruti seakan2 dia adalah kebenaran itu sendiri. Dengan begini bisa dilihat, siapapun seseorang itu selama masih menjadi manusia, masih memiliki kesempatan untuk tergoda dengan gemerlapnya dunia, dan masuk ke dalamnya. Masalahnya hanya berapa lama ia akan membiarkan dirinya di sana. Tergantung pilihan masing2 orang.

Humm....kata2 memang tidak penting, yang penting tindakannya.

Labels:

posted by Dhy at 2:43 PM 0 comments

Monday, November 13, 2006

Sepotong "Quotation"



Beberapa hari yang lalu saya ke dokter kandungan menemani karib saya cek kehamilan.
Saat itu saya baru tahu, ternyata pada pemeriksaan kehamilan, pasien hanya boleh ditemani oleh suami atau ibu kandungnya. Karena itu saya hanya duduk diluar menunggu karib saya periksa. Saat menunggu saya mendapat kawan baru, lelaki dengan wajah yang sangat imut yang senantiasa memamerkan 2 gigi susunya yang baru tumbuh dan senantiasa tertawa terpingkal-pingkal setiap kali saya menggodanya.

Humm....saya jadi berpikir, semua manusia selalu melewati fase sebagai bayi, yang lucu, spontan dan menarik orang di sekitarnya dengan kasih sayang. Tapi siapa sangka, 30 - 40 tahun kemudian ia menjadi seorang teroris yang bercita2 membasmi sesama manusia yang berbeda ideologi, atau menjadi seorang Presiden yang gemar berperang, yang kedatangannya ditolak mati2an di beberapa negara. Lalu, siapakah yang mengubah sosok yang begitu manis dan menawan itu menjadi kejam, lebih kejam daripada binatang pembunuh sekalipun. Lingkungan, masyarakat, orang tua................. ???

Apakah orang tua bertanggung jawab sepenuhnya akan kesalahan anak-anaknya di masa yang akan datang? Saya sangsi mengenai hal ini, karena toh tidak sedikit anak2 yatim piatu sejak kecil di panti asuhan bisa menjadi manusia-manusia yang lebih baik daripada anak2 yang berorang tua.

Menurut saya menjadi orang tua adalah suatu karir tersendiri. Teman saya bilang, ada hadist yang menyatakan, kurang lebihnya begini : Mendidik seorang anak sama saja dengan mendidik 3 manajer perusahaan.

Barusan saya membaca Bapak Macam Apa??!!
He he he jadi teringat masa-masa sekolah. Sulit sekali menjadi orang tua, amat sangat sulit, terutama yang mendapat kodrat menjadi seorang ibu. Seorang ayah memulai perannya yang sesungguhnya setelah sang bayi lahir di dunia ini, sedangkan seorang ibu memulainya semenjak janin tertanam dalam rahimnya. Dan konon katanya, pendidikan anak dimulai sejak bayi di dalam kandungan.

Menjadi orang tua merupakan salah satu ajang yang tepat untuk menguji kebudiluhuran.







Quote di Friendster Raras :
"what with everyone getting married all of a sudden? don't you love your single life, people?"


Labels:

posted by Dhy at 2:20 PM 0 comments

  • Blogger

  • Google

  • Finalsense

  • Sponsored Links

  • Downloads

  • Games Review

  • Technology Magazine

  • Templates

  • Designed by FinalSense